DOM65: Mengabadikan Keresahan Sebuah Generasi
Merekam Keresahan di Tengah Kota yang Berubah

Image: https://www.instagram.com/p/CxF07CFhzYf/?img_index=1
Selayaknya waktu yang terus berjalan, kota yang terus tumbuh, kultur yang terus berkembang, arah musik berubah dengan sebegitu luasnya. Namun keresahaan tetap membersamai dengan berkembangnya beberapa hal, DOM 65 menjadi salah satu yang merekamnya. Sudah hampir 3 dekade DOM 65 menemani seluruh jenis emosional yang ada di dalam diri anak anak muda Jogja, bukan hanya menyajikan karya, mereka juga menjadi wadah arsip keresahaannya.
Keresahan kolektif kelas bawah sampai menengah yang terjadi di jogja seperti susahnya mencari pekerjaan, gaya hidup yang kian mahal tanpa di imbangi dengan gaji yang cukup, harga tanah yang mencuat mahal, kemiskinan struktural, dan kebijakan pemerintah yang tidak pernah berpihak kepada warga asli Jogja. Keresahan ini berhasil dirangkum sebagai rangkaian kolektif yang ada di DOM65, dengan nuansa street punk yang kental DOM65 seakan membawa wadah bagi siapa siapa yang merasakan dan memilih untuk melawan bersama dengan medium yang intelek.
Hampir 3 dekade, sudah dari tahun 1997 mereka menjadi wadah untuk emosi kolektif ini. Bukan waktu yang singkat untuk sebuah band berkarya, dan bukan waktu yang singkat pula untuk sebuah unit band street punk bisa tetap relevan sampai tahun sekarang. Nyata nya banyak lagu lagu DOM65 yang sudah dirilis terlampau lama namun ketika didengarkan masih relevan dengan kondisi kota yang sekarang. Ini menjadi bukti bahwa kegagalan kemajuan urbanisasi kota yang terekam di DOM65 bukan hanya menjadi persoalan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari realitas yang masih kita hadapi hari ini.
Mungkin itu yang membuat DOM65 tetap relevan sampai hari ini, Mereka adalah bagian dari ingatan kolektif sebuah kota, tentang bagaimana anak-anak mudanya pernah marah, kecewa, dan memilih untuk bersuara.


