Music—12.01.26—2 min read

Di Antara Peron dan Rerumputan yang Jauh dari Manchester

Ulasan Peron 2 dan Menanti Rerumputan oleh The Simone

Di Antara Peron dan Rerumputan yang Jauh dari Manchester

Image: https://www.instagram.com/p/C7rZ8_xJnXS/?igsh=ZjAzMWJ1NjZqOTAz

The Simone tidak datang dengan tergesa-gesa, tak ada promosi berlebihan, tak ada yang mencolok, tidak ada bagian yang meminta perhatian lebih. Sepertinya mereka tidak terdengar seperti band yang ingin segera dikenal. Mereka lebih terasa seperti kelompok yang nyaman berada di pinggir, menunggu lagu-lagunya menemukan pendengar sendiri. Seperti di Peron 2, vokal dengan penekanan datar, musik yang konstan, hampir tanpa penekanan emosional. Seolah lagu ini memang tidak ingin memberikan kepastian apapun. Peron 2 lebih tepat dimaknakan seperti ruang tunggu, ada pergerakan, namun tak benar-benar pergi.

Jika Peron 2 berbicara tentang menunggu, Menanti Rerumputan terdengar seperti kelanjutan dari kesabaran itu. Lagu ini terasa lebih personal, namun tetap menahan diri di ruang tunggu, hanya proses yang dibiarkan berjalan dan tidak buru-buru untuk sampai. Sepertinya ada nuansa pop Britania Raya yang samar di sini, bukan sebagai rujukan langsung, melainkan sebagai cara lagu-lagu ini dibiarkan mengalir tanpa paksaan. Gitar yang tidak berusaha menjadi pusat perhatian, ketukan drum yang seperti berjalan pelan, dan vokal datar yang mengingatkan saya pada tradisi Britania pop era 80-an yang memilih untuk menjaga suasana daripada mencari banyak klimaks.

Di tengah banyak sekali band baru muncul yang produktif dan bergerak sangat cepat, The Simone memilih berjalan sesuai ritme yang berjalan pelan. Dua lagu ini bekerja paling baik ketika didengarkan utuh, tanpa distraksi. Bukan sebagai latar, tapi sebagai ruang singgah sejenak.

Dua lagu ini tidak menawarkan banyak jawaban, dan mungkin memang tidak dimaksudkan untuk itu. Peron 2 dan Menanti Rerumputan bekerja sebagai catatan singkat tentang menunggu, tentang bergerak pelan, dan tentang membiarkan lagu berjalan tanpa tuntutan. Mendengarkan The Simone adalah soal memberi ruang, lalu membiarkan sisanya terjadi dengan sendirinya